Digulirkannya program makan bergizi gratis oleh presiden Prabowo salah satunya bertujuan untuk memenuhi kecukupan gizi harian masyarakat dengan baik sesuai standar angka kecukupan gizi (AKG) terutama kalangan anak-anak ibu hamil dan menyusui.
Agar anak anak Indonesia tidak lagi memiliki permasalahan hambatan gizi dan pertumbuhan dalam tumbuh kembangnya, hal itu mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Selain itu program MBG yang di gulirkan pemerintahan diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat terutama UMKM di tingkat bawah.
Hal ini di ungkapkan Ridwan Muhibi anggota komisi IV DPRD kabupaten Bogor di sela sela MUSRENBANG di kecamatan Pamijahan, Rabu, 28/01/2026.
“UMKM yang ada harus bisa menjemput bola bahwa kebutuhan kebutuhan komoditi yang ada di MBG itu adalah sesuai dengan kondisi kedaerahan seperti sayur mayur, ikan dan juga buah-buahan adalah produk daerah yang harus dimanfaatkan terutama adalah ajak MBG, dapur, ajak pemerintah lokal desa camat TNI, POLRI duduk bareng jadikan itu MoU kerjasama yang saling menguntungkan,” ungkapnya.
Bahkan lebih jauh Ridwan Muhibi menambakan dapur atau SPPG tidak boleh menolak sumberdaya lokal yang ada di wilayah.
“Setahu saya instruksi dari pemerintah pusat berdayakan ekonomi lokal terkait pemberdayaan ekonomi, tidak boleh ada sumber komoditi disitu, mampu untuk bisa menyuplai barang ke MBG, MBG nya tutup mata itu bisa di pertanyakan kalau hal itu terjadi dilapangan hal itu harus di sampaikan kepada pimpinan Daerah” ( pungkasnya)
(Pur)















