banner 728x250

PMII INAIS Segel Kantor UPT Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Wilayah IV, Tuntut Kepala UPT Mundur

banner 468x60

INFOFLAJK.COM, BOGOR – Aksi démonstrasi penyampaian pendapat maha siswa Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor menuntut pencopotan kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Infrastruktur jalan dan jembatan wilayah IV  di copot dari jabatannya, jumat, 05/06/2026.

Menurutnya kepala UPT wilayah IV tidak becus dalam melaksanakan tugasnya yang mengakibatkan buruknya kondisi jalan di beberapa titik ruas jalan dan terkesan adanya pembiaran, yang memperburuk kondisi jalan, sehingga hal tersebut mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat.

banner 325x300

Diantaranya kegiatan ekonomi, kegiatan pendidikan, distribusi barang, kegiatan sosial, ketidak nyamanan dalam berkendara, pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, waktu tempuh menjadi lebih lama, dan kerugian lainnya.

Padahal masyarakat sebagai pembayar pajak memiliki hak untuk memiliki infrastruktur yang memadai dalam melakukan aktivitas sehari hari terutama kondisi jalan yang baik.

Karena jalan merupakan urat nadi dari berbagai aktivitas masyarakat, kondisi jalan yang buruk sangat menghambat aktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari hari.

Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia Institut Agama Islam Sahid (INAIS) tersebut menuntut beberapa hal diantaranya perbaikan jalan di sejumlah ruas jalan di wilayah UPT infrastruktur jalan dan jembatan wilayah IV kabupaten Bogor, serta pencopotan kepala UPT, karena dinilai tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kepala UPTD infrastruktur jalan dan jembatan wilayah IV kabupaten Bogor Yudi memberikan penjelasan kepada media,mengakui telah maksimal dan memiliki keterbatasan dalam melaksanakan tugasnya.

Menurutnya, “kami telah melaksanakan tugas dan TUPOKSI sesuai kewenangannya telah berkordinasi baik bersama para pengawas jalan, para kepala desa melalui skema yang berlaku baik itu MUSRENBANGDESA, MUSRENBANG KECAMATAN DAN KABUPATEN.

Dengan mengakomodir aspirasi yang di sampaikan melalui kegiatan Musrenbang kemudikan di tindak lanjut dengan monitoring lapangan untuk menginvetarisir kerusakan jalan yang ada untuk di tindak lanjuti skala kerusakannya, yang nantinya di bedakan mana kerusakan yang menjadi tanggungjawab UPT atau bukan, jelas Yudi.

Namun jawaban kepala UPTD tidak membuat puas peserta démontrasi, menurutnya fakta di lapangan kondisi jalan masih buruk, dan hal ini sudah di biarkan beberapa tahun, sehingga kondisi jalan makin rusak,  perbaikan yang di lakukan oleh UPT dengan teknik tambal sulam tidak memiliki kualitas yang baik sehingga titik yang di perbaiki tidak lama kemudian rusak kembali, hal ini bukan pemeliharaan lebih tepatnya pemborosan,” tukas Agus Indra Permana ( korlap)

Kemudian mahasiswa merangsek menuju kantor UPT  meminta kepala UPT untuk menunjukan draft dokumen pembangunan yang sudah dilakukan oleh kepala UPT sebagai bukti nyata kepala UPT sudah melakukan tupoksinya.

Namun sampai beberapa lama kepala UPT tidak  bisa menunjukkan frint out dokumen tersebut,  parayang  mahasiswa kecewa dengan kejadian tersebut akhirnya menyegel pintu utama kantor UPT (Purnama)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *