INFOFKAJK.COM BOGOR – Paska penanda tanganan perjanjian kerja sama pembangunan Pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di lokasi TPAS Galuga, pemerintah ( kementerian pangan, kementerian KLHK, BRIN, DANANTARA dan Pemkab/Pemkot Bogor) bersama WEIMING grup perusahaan asal Tiongkok, Selasa 21/04/ 2026.
Dilanjutkan dengan menggelar giat konsultasi publik tentang Studi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan PSEL Bogor Raya, Rabu, 22/04/2026.
Hadir dalam giat tersebut beberapa perwakilan dari masyarakat terdekat diantaranya perwakilan masyarakat desa Leuwiliang dan Leuwi mekar kecamatan Leuwiliang, perwakilan desa Galuga, dukuh dan Cemplang ( kecamatan Cibungbulang). FORKOMPIMCAM, DLH kota dan kabupaten Bogor, DANANTARA, dan kementerian terkait.
Tujuan dari kegiatan konsultasi publik diantaranya bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan keterbukaan informasi
Kepala desa Galuga mendukung penuh rencana pemerintah tersebut dengan harapan berdampak lebih baik bagi masyarakat kedepannya
“Alhamdulillah baru saja kami melaksanakan kegiatan terkait kegiatan studi analis mengenali dampak lingkungan hidup terkait dengan AMDAL di desa Galuga yang nantinya akan menjadi Mega proyek PSEL pembangkit tenaga listrik dari sampah, saya bersama masyarakat Galuga sangat mendukung sekali rencana pemerintah ini menjadi Mega proyek PSEL pembangkit tenaga listrik dari sampah, saya bersama masyarakat Galuga sangat mendukung sekali rencana pemerintah ini,” ungkap Endang Sujana ( kepala desa Galuga).
Rencana pemerintah menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) lima proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada Juni 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dalam diskusi di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026). la mengatakan lima proyek tahap awal itu berada di Kota Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.
( Purnama)















